Posted by dhimas agung on 08.35
Lagu yang menyatukan kita
Pada penyanyinya
Padaku
Dan padamu
Posted by dhimas agung on 08.33
Ruang yang jadi kegemaran antara
Lorong sepi yang butuh kehidupan
Dengan melipat keris karat dan bambu runcing
Ditambah bolam 10 watt
Bakal mati coro dan sawang
Sedang aku apa mampu melawan!
Juga pacarku yang mengumpat
Kamar gelap dengan dinding tebal
Yang membenci semua laki-laki
Yang bersamanya sepanjang hari
Sedang lampu satu-satunya padam
Posted by dhimas agung on 08.33
Mau aku menemu pada matamu
Rupa pada raut bara dan keji
Bicarakan apa lagu-lagu dan batu
Lalu,
Kau balut wangi melati dengan api dan duri
Dan hitamlah semesta mawar merah
Serta padamkan api pada caya’ unggun matahari
Jadi anyirlah kabut sepoi berdarah
Yang kau nanti yang tak kembali
Yang kau tinggalkan bukan pelangi
Cuma satu kebusukan,
Kebiadaban
Posted by dhimas agung on 08.31
Tumbuh juga duri-duri dirumput kering
Ketika tubuh terbentur tulang nyeri
Lalu ingin diri sembunyi lari darimu
Malu menekuk muka dalam wajahku
Namun kau bergegas tanpa berpaling
Bukannya aku menanti kamu berhenti
Kaki-kaki pun t’lah tak bertulang
Dan kelana padamu nantipun padam
Ah, dunia dan bebatuan angin hitam
Posted by dhimas agung on 08.29
Sepernah langkah-langkahmu
Kuperhitungkan agar diingat
Kala nanti yang menyembunyi
Kita takkan terhenti disini
Jangan berpandang, matipun aku kan sudi
Aku kan bawa kalian menatap
Pada dunia yang gemilang membintang
dalam dekapan indah surgawi
Sedikitpun kita disini takkan terhenti
Apalagi harus menanti,
Aku bawa kalian
Posted by dhimas agung on 08.26
Baru mampu hari ini aku kembali
Biasanya tak tahu lagi yang ku amalkan
Juga hujan yang lemah padam
Bagai padaku suara-suara yang menggebu
Di tembok buta yang mengingatkanku
Aku harus kembali lagi
Padanya yang slama ini aku jauhi
Biar sampai aku harus menyerah
Dan berkata tak ada lagi yang sebalikya
Tapi dia masih menerimaku
Posted by dhimas agung on 08.24
Dia yang berkata padaku
Selama masih sempat dan punya waktu
Hanya dia yang berkata padaku
Akan tiba saat padanya
Sampai selama itu tak kan ada lagi dirinya
Dan malam jadi selamanya
Dan dunia tak lagi jadi miliknya
Selama sempat dan masih punya waktu
Dia yang berkata padaku
Posted by dhimas agung on 08.21
Mau apa dunia!
Apa waktu bisa peduli menjadi lorong yang menemani
Seperti apa gelap,
Apa celah bakal membuka hati
Aku berkata pada pintu yang terkunci
Bila nafas membungkus kelana mimpi
Mau coba bawa mimpi-mimpi padaku
Dan aku ingin kau seperti
Seperti apa yang tlah kau cari