Rabu, 02 Februari 2011

Lagu yang menyatukan kita

Lagu yang menyatukan kita
Pada penyanyinya
Padaku
Dan padamu

Kamar Kosong

Ruang yang jadi kegemaran antara
Lorong sepi yang butuh kehidupan
Dengan melipat keris karat dan bambu runcing
Ditambah bolam 10 watt
Bakal mati coro dan sawang
Sedang aku apa mampu melawan!

Juga pacarku yang mengumpat
Kamar gelap dengan dinding tebal
Yang membenci semua laki-laki
Yang bersamanya sepanjang hari
Sedang lampu satu-satunya padam

Satu Kebiadaban

Mau aku menemu pada matamu
Rupa  pada raut bara dan keji
Bicarakan apa lagu-lagu dan batu
Lalu,
Kau balut wangi melati dengan api dan duri
Dan hitamlah semesta mawar merah
Serta padamkan api pada caya’ unggun matahari
Jadi anyirlah kabut sepoi berdarah

Yang kau nanti yang tak kembali
Yang kau tinggalkan bukan pelangi
Cuma satu kebusukan,
Kebiadaban

Malam

Tumbuh juga duri-duri dirumput kering
Ketika tubuh terbentur tulang nyeri
Lalu ingin diri sembunyi lari darimu
Malu menekuk muka dalam wajahku
Namun kau bergegas tanpa berpaling

Bukannya aku menanti kamu berhenti
Kaki-kaki pun t’lah tak bertulang
Dan kelana padamu nantipun padam

Ah, dunia dan bebatuan angin hitam

Jangan kita disini

Sepernah langkah-langkahmu
Kuperhitungkan agar diingat
Kala nanti yang menyembunyi

Kita takkan terhenti disini
Jangan berpandang, matipun aku kan sudi

Aku kan bawa kalian menatap
Pada dunia yang gemilang membintang
dalam dekapan indah surgawi

Sedikitpun kita disini takkan terhenti
Apalagi harus menanti,
Aku bawa kalian

Yang terdahulu

Baru mampu hari ini aku kembali
Biasanya tak tahu lagi yang ku amalkan
Juga hujan yang lemah padam

Bagai padaku suara-suara yang menggebu
Di tembok buta yang mengingatkanku
Aku harus kembali lagi
Padanya yang slama ini aku jauhi

Biar sampai aku harus menyerah
Dan berkata tak ada lagi yang sebalikya
Tapi dia masih menerimaku

Nasihat

Dia yang berkata padaku
Selama masih sempat dan punya waktu

Hanya dia yang berkata padaku
Akan tiba saat padanya
Sampai selama itu tak kan ada lagi dirinya

Dan malam jadi selamanya
Dan dunia tak lagi jadi miliknya

Selama sempat dan masih punya waktu
Dia yang berkata padaku